Banner_Header

Mantan Penyembah Berhala yang Meraih Syahadah


kisah mujahidin Suriah mantan penyembah berhala yang meraih Syahid
Kabar dari bumi ribath Suriah yang penuh dengan kisah-kisah heroik para pejuang agama Allah selalu menjadi hidangan yang penuh dengan ibrah. Salah satunya adalah kisah mujahidin Suriah mantan penyembah berhala yang meraih Syahid. Hanya dalam waktu yang relatif singkat, dengan izin Allah, ia mampu melesatkan ke-Islam-annya hingga tingkatan tertinggi, dialah Abul Izz rahimahullah.
Sebelum 3 tahun terakhir, pemuda dari provinsi Homs ini biasa dipanggil Abu Karoulous. Tebakan kalian tidak meleset dengan mebaca namanya, namanya memang aneh karena pada waktu itu ia adalah seorang pemeluk nasrani penyembah tiang salib. Bahkan lebih jauh lagi, ia menjadi seorang nasrani sejak dilahirkan, karena keluarganya memang pemeluk nasrani.
Namun, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyayangi Abu Karoulous dengan membuka hatinya untuk menerima cahay kebenaran Islam yang mulia ini. Ia memeluknya dengan penuh kesadaran, tanpa paksaan dari siapapun. Hati dan akalnya yang bersih telah memaksanya untuk beralih menjadi seorang muslim sejati. Dia tinggalkan penyembahan palang kayu dengan menyembah Pencipta semua kayu di dunia, yakni Allah Ta'ala.
Kemudian ia tanggalkan nama masa lalunya yang pekat dengan aroma kekafiran. 
"Jangan panggil lagi aku dengan Abu karoulous, tapi panggillah aku dengan Abul Izz!"
Abul Izz yang berarti bapak kemuliaan. Sungguh tepat ia memilih nama. Menggambarkan beranjaknya dari kehinaan penyembah berhala menjadi mulia dalam naungan cahaya Islam dan pengabdian Rabb yang Maha Kuasa.
Dalam kebeliaan Islam yang baru saja ia peluk. Abul Izz melakukan percepatan iman dan amal sholih. Sementara kita yang mengaku Islam sejak lahir masih saja terus merangkak antara dasar dan pilar agama. Ia melesat cepat dengan melakukan pendakian untuk mencapai puncak tertinggi bangunan agama ini. Iapun menginjakkan kakinya pada atap yang bernama jihad fi sabilillah. Ia paham dengan harga syurga yang Allah tawarkan dalam kitab-Nya yang mulia termasuk cara mendapatkannya.
Dia lumuri badannya dengan debu-debu fi sabilillah. Beranjak dari satu pertempuran ke pertempuran yang lain. Membela kehormatan agama barunya dengan jiwa dan raga.
Saat ini Abul Izz berada di Ghauthah timur (Damaskus) bertempur bersama mujahidin yang lain. Dengan gagah berani ia terus melaju untuk memghabisi bala tentara kekafiran syiah berikut sekutunya. Siapapun yang melihat ia di medan laga. Tak akan ragu lagi untuk berkata bahwa ia benar-benar seorang ksatria.
Allah hendak menyempurnakan nikmat pada Abul Izz. Setelah ia memeluk islam, menapakkan kaki di puncaknya. Hari ini Abul Izz dipilih dalam barisan syuhada, InsyaAllah. Sebuah peluru musuh bersarang di tubuhnya. Singa Allah inipun roboh tak bernyawa.
رحمه و تقبله من الشهداء
Semoga Allah menyayangi dan menerimanya dalam barisan syuhada.
Alangkah layaknya perjuangan dan pengorbanan Abul Izz rahimahullah di jadikan cerminan teladan untuk aku yang memeluk islam sejak lahir namun belum bisa memberikan pengorbanan untuk islam dengan selayaknya. (DB/IMN)

Reporter: Akh. Ikhsanul Faruqi / Relawan Misi Medis Suriah

error: Content is protected !!
Close (x)