Banner_Header

Bikin Ibadah Haji Tandingan: Satu Juta Kaum Syiah Pergi "Haji" ke Karbala atas Fatwa Khameini


KabarDuniaIslam - Setelah keluarnya fatwa dari Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang memperbolehkan berhaji ke tempat suci Syi’ah (Masjid Imam Husein) di Karbala, Pemerintah Irak mengumumkan masuknya satu juta warga Iran ke wilayah itu untuk menunaikan apa yang disebut dengan “Ziarah Arafah” atau Haji Tandingan Ala Syi'ah Iran di Karbala.

Ibadah "Haji Tandingan" Kaum Syiah di Masjid Imam Husein, Karbala, Irak
Ibadah "Haji Tandingan" Kaum Syiah di Masjid Imam Husein, Karbala, Irak

Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Brigadir Jenderal Saad Maan mengatakan jamaah haji dari Iran tersebut masuk melalui perbatasan di sebelah timur Irak, jumlahnya mencapai satu juta jiwa. Mereka menamakan kunjungan mereka dengan ‘ziarah arafah’, ungkap juru bicara kementerian dalam negeri Irak. Demikian sebagaimana dilansir dari Skynewsarabia, Senin, (12/9/2016).

Mohammad Abdul Jabar, Walikota Badra -kota perbatasan Irak dan Iran- mengatakan, masuknya ratusan ribu warga Iran ke Karbala itu untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Irak selama perayaan Idul Adha.

Lihatlah, bagaimana usaha Iran untuk memecah belah umat Islam sangat terlihat dengan membelokkan ibadah haji yang seharusnya ke Makkah, Saudi Arabia menjadi ke Karbala di Irak.

Sebelum pelaksanaan ibadah haji tahun ini, terdengar pemerintahan Iran menyerang kerajaan Saudi dengan begitu keras. Beberapa waktu yang lalu, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut Arab Saudi sebagai “Setan” dan Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan Arab Saudi Harus dihukum karena gagal mengelola Ibadah Haji.

Dan di tahun ini, Iran menolak mengirimkan warganya untuk menunaikan ibadah Haji ke Makkah dengan latar belakang krisis diplomatik antara Iran dan Arab Saudi. Iran disinyalir kuat ingin mempolitisasi Ibadah Haji agar dapat mengambil alih kendali pelaksanaan ibadah haji umat Islam sedunia.

Sumber: SkyNewsArabia via Moslemtoday.com, Tabayyun News

error: Content is protected !!
Close (x)